Selasa, 16 Desember 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Pola Hidup Sehat Dengan Cara Alami

Berusaha hidup sehat adalah kewajiban kita sebagai manusia, anda dapat memilih beraneka ragam cara yang mungkin dapat dilakukan, sesuai dengan kondisi anda saat ini. Bukankah Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu sendiri tidak berusaha untuk mengubahnya? Karenanya, meski secara singkat, kami coba menambah perbendaharaan pilihan pola hidup sehat, yang mungkin dapat anda lakukan di kehidupan anda saat ini.

Pertama, kenali diri Anda, baik fisik maupun kejiwaan
 

Inilah kiat pertama untuk hidup sehat itu, yaitu mengenali kondisi fisik dan kejiwaan kita sendiri. Pengenalan diri tentang kondisi fisik dan kejiwaan ini sangat penting untuk menjadi dasar dalam mengambil keputusan dengan tepat upaya menjaga kesehatan kita, misalnya tentang apa yang baik dan boleh dilakukan, dan apa pula yang tidak. Bahwa ketika menyadari bahwa usia kita tidak lagi muda, sudah menginjak angka lima, maka upaya untuk mengurangi makanan yang berlemak dan banyak karbohidrat sudah harus mulai dilakukan. Selain itu, jika kita sudah mengetahui bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan ternyata kita mempunyai gejala tekanan darah tinggi, maka upaya untuk mencegah makanan yang dapat memicu tekanan darah tinggi juga saat ini pula harus kita lakukan. Memang, mengenali diri dapat dengan mudah kita lakukan, tapi action yang harus kita lakukan yang tidak mudah. Apalagi kalau action itu telah menjadi kebiasaan yang tidak mudah kita hentikan. Katakan misalnya tentang rokok. Siapa yang tidak tahu kalau rokok dapat menimbulkan penyakit. Tetapi menghentikannya menjadi hal yang tidak mudah kita lakukan.

Kedua, jangan terburu-buru merasa sakit dan minum obat 

Hanya karena bersin, batuk, atau agak demam, orang telah memutuskan untuk minum obat. Padahal acap kali setelah dibiarkan tiga hari, gejala sakit itu hilang sendiri. Tubuh memang mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan sendiri. Hanya dengan beristirahat cukup, gejala sakit itu dapat segera hilang sendiri. Gejala pusing kadang bahkan dapat hilang hanya karena menghirup udara segar di taman yang tidak tercemar udara knalpot.

Tetapi ingat, gejala batuk dan bersin memang bisa merupakan tanda serius juga. Dengan batuk dan bersin, tubuh sedang berusaha mengeluarkan kuman penyakit dari saluran pernapasan. Demam berkeringat merupakan tanda tubuh sedang melawan serangan kuman. Segeralah minum air putih hangat yang banyak, dan makan makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Kalau gejala itu berlangsung selama tiga hari, karena beratnya serangan, ya apa boleh buat, kita harus ke dokter untuk konsultasi medis.

Ketiga, mengusahakan variasi makanan sehari-hari
 

Melakukan variasi santapan, berangkat dari asumsi bahwa ada bahan makanan tertentu yang lebih bermanfaat daripada jenis makanan yang biasa kita makan sehari-hari. Kalau ini kita pakai sebagai selingan, maka kedua kelompok bahan itu dapat saling melengkapi. Bila kita terbiasa makan daging ayam dan sapi, sebaiknya mengubah kebiasaan itu, dan sekali-sekali makan ikan segar, tempe, dan tahu sebagai selingan.

Kalau hari demi hari kita makan sayur mayur hijau, karena beranggapan bahwa yang serba hijau itu pasti bagus, sesekali perlu variasi menyantap sayuran dan buah-buahan tidak hijau, seperti tomat, wortel, jagung muda, paprika merah (sebagai sayur), pisang, mangga, apel, jeruk (sebagai pencuci mulut). Setiap pagi kita memang harus sarapan. Nasi goreng dan sejenisnya mungkin menjadi jenis sarapan yang biasa kita santap. Untuk itu, maka cobalah menggantinya dengan menu makanan lain, misalnya dengan sereal, roti, kentang, atau sayur-sayuran yang sebenarnya dapat kita upayakan sendiri dengan cara mengolah tanah, membuat kebun mini di sekitar rumah kita.

Keempat, menyesuaikan konsumsi dengan tingkatan umur 

Jumlah zat gizi yang diperlukan tubuh berbeda-beda bergantung pada umur, macam kegiatan, dan kondisi tubuh (dalam keadaan sakit atau sehat). Pada anak-anak dan remaja yang sedang tumbuh, kelima unsur dalam makanan (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral, serta air) memang sangat diperlukan untuk mereka, sehingga tidak perlu dibatasi. Sebaliknya, untuk orang dewasa dan manula (manusia lanjut usia), pembatasan itu mutlak diperlukan. Karbohidrat dan lemak sebagai penghasil energi harus dikurangi jumlahnya, mengingat kegiatan fisik para manula sudah menurun.

Bagaimana cara mengurangi karbohidrat dan lemak? Cara yang sederhana adalah dengan mengurangi porsi nasi dan goreng-gorengan. Sebaliknya, vitamin dan mineral serta air justru harus diberikan asupan makanan dengan cukup. Zat-zat ini sangat diperlukan untuk memperlancar metabolisme dalam tubuh, dan meningkatkan daya tahannya. Hanya perlu diingat bahwa yang paling baik ialah memakai vitamin alamiah, seperti yang terkandung dalam buah-buahan dan sayuran segar. Sedangkan air yang diminum harus yang steril dan aman dari kuman, seperti air mineral yang benar memenuhi syarat sebagai air mineral.

Boleh juga air biasa yang selalu sudah direbus lebih dulu. Lebih kurang 60% dari bobot badan kita berupa air atau cairan. Itu berarti kita harus minum air lebih banyak daripada unsur makanan yang lain. Orang yang sedang sakit dan terpaksa minum obat, malah harus minum air lebih banyak lagi. Oleh karena itu, penderita “penyakit” sulit buang air, bisa tertolong dari penderitaannya dengan setiap hari minum 2 – 3 gelas air putih sebelum pergi ke belakang.

Konsumsi protein pada orang dewasa dan manula juga perlu dikurangi, meskipun tidak sebanyak pengurangan karbohidrat dan lemak. Cara mengurangi protein ini ialah dengan mengganti menu makanan sumber protein hewani dengan makanan sumber protein nabati, yang kadar proteinnya kurang atau hanya sedikit. Misalnya, kacang-kacangan, tahu, dan tempe.

Kelima, berolahraga secara teratur sesuai kemampuan 

Bangsa kita memang belum termasuk bangsa yang punya hobi berolahraga. Berolahraga bertujuan memperlancar peredaran darah, dan mempercepat penyebaran impuls urat saraf ke semua bagian tubuh atau sebaliknya, sehingga tubuh senantiasa bugar. Banyak orang berpendapat, tanpa olahraga pun kita sebenarnya juga sudah berolah raga dengan bergerak badan mirip olahraga, kalau melakukan pekerjaan fisik sehari-hari seperti menyapu lantai, membersihkan rumah, mencuci, dan menjemur pakaian. Bahkan setiap kembali ke rumah dari masjid dapat digunakan sebagai kegiatan untuk berolah raga jalan kaki dengan cara berkeliling kompleks rumah kita.

Tetapi apakah semua kegiatan “olahraga” semacam ini dapat kita lakukan secara teratur dan berkesinambungan? Itu menjadi masalah tersendiri! Diperlukan kemauan yang kuat, berdasarkan keyakinan bahwa olahraga itu mutlak perlu agar badan tetap bugar, karena peredaran darah akan dapat diperlancar dengan kegiatan tersebut. Pada gilirannya ini dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

Untuk para penderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung, infeksi paru-paru, dan kencing manis, hendaknya berkonsultasi ke dokter dulu untuk mengetahui jenis olahraga apa yang cocok. Biasanya olahraga yang intensitasnya rendah dan dilakukan tidak terlalu lama dapat kita lakukan. Untuk orang normal yang tidak mengidap penyakit, sangat baik memilih olahraga yang kapasitas aerobiknya mempunyai dampak yang tinggi (high impact) seperti renang, aerobik, naik sepeda, atau joging.

Keenam, selalu menjaga kebersihan 

Lingkungan bersih di rumah, halaman, dan kompleks hunian memberi suasana segar dan nyaman. Satu penelitian di negara Paman Sam menunjukkan bahwa kompleks perumahan yang mempunyai halaman dan lingkungan tertata rapi, bersih, hijau, dan asri, mempunyai persentase kesehatan penghuninya yang jauh lebih baik daripada kompleks perumahan yang miskin dengan tanaman.

Lingkungan bersih membuat tubuh kita juga bersih, baik jasmani maupun rohani. Kondisi ini mampu mencegah penyakit jasmani seperti infeksi kulit, alergi debu, flu, bronkitis, dan “penyakit” rohani seperti stres, frustrasi dan depresi, biang kerok menurunnya sistem kekebalan tubuh kita.

Ketujuh, meluangkan waktu untuk bersantai 

Meluangkan waktu tidak brarti kita harus minta istirahat lebih banyak daripada bekerja produktif sampai melebihi kepatutan. Tidak!! Meluangkan waktu untuk istirahat itu sebenarnya hanya sebentar saja, dan ini perlu, untuk setel kendo sejenak di antara ketegangan jam sibuk bekerja sehari-hari. Orang Jepang biasa melakukan “self hypnosis” dengan cara memejamkan mata sejenak di kursi kerjanya dalam 5 – 10 menit. Kegiatan rileks seperti ini perlu dilakukan secara rutin. Bersantai juga tidak berarti harus melakukan rekreasi yang melelahkan, tetapi cukup berkumpul membicarakan masalah keseharian dengan rekan sekantor, tetangga atau keluarga di rumah. Dengan cara demikian, bukan tidak mungkin, kita akan dapat membantu memecahkan masalah, atau setidak-tidaknya meringankan beban pikiran kita yang terasa berat. Bersantai seorang diri dengan merenung dan mawas diri juga perlu. Makin sering dan rutin ini dilakukan, makin bagus keseimbangan jiwa kita. Tidur nyaman juga merupakan satu bentuk bersantai seorang diri. Stamina akan pulih dengan cepat, dan keseimbangan hormon dalam tubuh juga cepat tercapai.

Kondisi tubuh yang letih, lelah, penat, dan pikiran kusut kalau dibiarkan berkepanjangan (sampai dibawa ke kamar tidur), akan dapat menurunkan daya kerja sistem kekebalan tubuh. Pada gilirannya memudahkan terjadinya serangan penyakit.

Kedelapan, kembali ke alam atau back to nature 

Kecenderungan back to nature berawal pada dekade 1990-an di negara Barat. Kecenderungan ini dilandasi oleh pengalaman bahwa gaya hidup yang terjadi pada zaman modern mendorong orang mengubah kebiasaan makan, seperti misalnya lebih sering menyantap makanan kalengan, sambal botolan, atau buah awetan. Juga menjadi jarang bergerak badan karena kemudahan memakai alat bantu rumah tangga, seperti mencuci pakaian dengan mesin cuci, menyapu lantai dengan penyedot debu, bepergian dengan kendaraan, padahal jaraknya cuma dekat dan lebih sehat dilakukan dengan jalan kaki. Dengan kebiasaan ini, tubuh kita menjadi manja, karena jarang bergerak, sehingga mudah terserang penyakit karena badan kita lembek akibat kekebalan tubuh kita yang menurun. Sebaliknya, seorang pendekar silat, walaupun hidup di tengah zaman modern, selalu sehat tubuhnya karena masih sering berjalan kaki, latihan rutin dengan menggerakkan badan, dan tidak memakai alat bantu hasil teknologi modern yang membuat orang jadi lembek.

Untuk kembali dekat dengan alam, bukannya kita harus makan makanan yang hanya diambil dari alam tanpa dimasak, tetapi setidak-tidaknya menghindari bahan makanan instan dari makanan dalam kaleng, dan malah memperbanyak makan sayuran dan buah yang segar dari ladang organic tanpa pupuk kimia dan pestisida. Baik juga jika kita mulai mengonsumsi nutrisi tambahan atau suplemen yang berasal dari herbal atau tumbuhan yang diracik dengan teknologi modern namun tetap dengan resep tradisional.

Kesembilan, mengolah pernapasan
 

Mengolah pernapasan berarti mengatur cara dan frekuensi bernapas agar lebih efisien. Dengan menghirup udara (oksigen) perlahan-lahan dalam hitungan 15 kemudian melepaskannya kembali pelan-pelan juga dalam hitungan 15, kita bisa menahan oksigen dalam badan lebih lama daripada biasanya. Oksigen akan dipakai oleh organ tubuh secara efektif, walaupun jumlahnya cuma sedikit. Selama ini kita bernapas dengan frekuensi yang tidak teratur. Kadang lambat, kadang cepat. Oksigen yang diirup juga cepat keluar lagi. Belum sampai dimanfaatkan dengan baik, sudah keburu keluar. Dalam satu menit kita benapas lima kali atau lebih.

Tetapi, dengan latihan teratur frekuensi bernapas itu bisa kurang dari lima kali dalam semenit. Setiap kalinya selalu dalam, dan berdaya guna. Akibatnya, oksigen yang dihirup cukup sedikit saja, tetapi sudah efektif. Organ tubuh akan menyesuaikan diri dengan ketersediaan oksigen yang sedikit ini, dan itu justru menguntungkan tubuh. Sebab, dengan oksigen sedikit, tetapi toh sudah efektif itu, tubuh tidak kebanjiran hasil pernapasan berupa CO2 banyak-banyak, yang tidak baik bagi kesehatan.

Kesepuluh, menggemari bacaan kesehatan
 

Ungkapan “Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta” sangat pas untuk menyindir orang yang ingin tubuhnya sehat, tetapi tidak mau mendekati bacaan tentang kesehatan. Kalau dekat, kita akan tahu seluk-beluk kesehatan itu lebih baik, dan kemudian dapat memakainya untuk menyusun siasat menghindari gangguan penyakit.

Nah, jika Anda menginginkan tubuh yang sehat tanpa harus mengonsumsi obat-obatan setiap kali sakit, maka tips-tips di atas layak untuk diterapkan dalam kehidupan Anda. Hanya dengan memperbaiki gaya hidup Anda, maka penyakit pun bisa dicegah kecuali kematian. Anda siap untuk hidup sehat? Marilah kita mulai mengenal apa itu tanaman obat, yang ternyata sangat banyak kita temukan di lingkungan kita.

Sabtu, 13 Desember 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Mantri Mazlan Pimpin PPNI Karimun

Perawatkepri.com, Karimun (13/12/2014) - Mantri Mazlan terpilih sebagai Ketua PPNI Kabupaten Karimun periode 2014 - 2019, pada Musyawarah Kabupaten PPNI Karimun Ke-1, hari Sabtu, 13 Desember 2014 di Aula RSUD Kabupaten Karimun.

Sekretaris Pengurus Provinsi PPNI Kepulauan Riau, Syawaluddin, AMK., SKM yang mendampingi proses musyawarah ini, langsung melantik ketua terpilih paska penetapan hasil pemungutan suara yang memenangkan Mazlan, AMK sebagai Ketua Pengurus PPNI Kabupaten Karimun.

Mazlan berhasil melampaui perolehan suara Calon Ketua PPNI Karimun lainnya dengan sangat meyakinkan, dari 107 peserta, Mazlan berhasil mengumpulkan 65% perolehan suara.

Sementara itu Cris Topan, Ketua Bidang Organisasi, Hukum dan Pemberdayaan Politik Pengurus Provinsi PPNI Kepulauan Riau, saat ditemui di lokasi musyawarah ini, menyampaikan harapan besar kepada Ketua terpilih, agar segera merampungkan struktur kepengurusan PPNI Karimun (13/12).

"Struktur organisasi PPNI Karimun agar dirampungkan secepat mungkin, mengingat banyak teman sejawat perawat yang harus dilayani, tentu PPNI di Karimun sangat diharapkan peranannya untuk menunjang peningkatan kualitas pelayanan keperawatan di Karimun, melalui pembinaan anggota yang baik tentunya". Ujar topan. (Red-02)

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Syawal Buka Muskab PPNI Karimun

PerawatKepri.com - Karimun (13/12/2014), Perawat karimun bersatu mendirikan Organisasi Profesi Perawat di Kabupaten Karimun. Musyawarah Kabupaten PPNI Karimun pertama kali ini digelar pada hari Sabtu, 13 Desember 2014, di Aula RSUD Karimun.

Syawaluddin, Sekretaris Pengurus Provinsi PPNI Kepri, membuka acara musyawarah ini (13/12). Dalam sambutannya, syawal menyampaikan agar perawat dapat mengabdikan diri secara profesional, sesuai dengan ilmu dan kiat keperawatan. Serta mematuhi kode etik profesi perawat.

"Kita berharap agar nantinya PPNI Karimun dapat mengawasi dan menjadi payung pelindung, menjadi pelita yang menerangi dan ikut serta menunjang peningkatan ilmu pengetahuan dan profesionalisme kerja pengabdian teman sejawat perawat di Karimun. Yaitu kerja profesi yang berdasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, serta mematuhi kode etik profesi perawat". Ujar syawal.

Musyawarah Kabupaten PPNI Karimun Ke-1 ini dihadiri oleh perwakilan Perawat se Kabupaten Karimun. (Red-02)

Rabu, 03 Desember 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Kode Etik Perawat Indonesia

H. Irnal Syafe'i : Ketua PPNI Kepri
Guna mengingatkan teman sejawat perawat agar senantiasa ingat dengan Kode Etik Perawat Indonesia, sehingga dapat menjalankan tugas dan kewajiban sebagai perawat yang profesional di manapun anda berada, berikut kami sampaikan lima (5) Kode Etik Perawat Indonesia.


Pertama, Perawat dan Klien : Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat dan martabat manusia, keunikan klien dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya, adat istiadat dan kelangsungan beragama dari klien. Tanggungjawab utama perawat adalah kepada mereka yang membutuhkan asuhan keperawatan. Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui kecuali jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kedua, Perawat dan Praktik : Perawat memelihara dan meningkatkan kompetensi di bidang keperawatan, dengan cara belajar terus menerus. Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran dan profesional dalam menerapkan pengetahuan serta keterampilan keperawatan, sesuai dengan kebutuhan klien. Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi yang kuat dan mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi seseorang bila melakukan konsultasi, menerima delegasi dan memberikan delegasi kepada orang lain. Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan, dengan selalu menunjukkan perilaku profesional. 

Ketiga, Perawat dan Masyarakat : Perawat mengemban tanggungjawab bersama masyarakat, untuk memprakarsai dan mendukung berbagai kegiatan dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat. 

Keempat, Perawat dan Teman Sejawat : Perawat senantiasa memelihara hubungan baik dengan sesama perawat, maupun dengan tenaga kesehatan lainnya dan dalam memelihara keserasian suasana lingkungan kerja, maupun dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara menyeluruh. Perawat tidak melindungi tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan secara tidak kompeten, tidak etis dan ilegal. 

Kelima, Perawat dan Profesi : Perawat mempunyai peran utama dalam menentukan standart pendidikan dan pelayanan keperawatan, serta menerapkan dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan. Perawat berperan aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi keperawatan. Perawat berpartisipasi aktif dalam upaya profesi untuk membangaun dan memelihara kondisi kerja yang kondusif, demi terwujudnya asuhan keperawatan yang bermutu tinggi.

Senin, 13 Oktober 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

PPNI KEPRI Gelar Pertemuan Sikapi UU Keperawatan

Irnal Syafe'i (tengah)
Perawatkepri.com, Batam (13/10/2014) - Pengurus Provinsi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kepulauan Riau akan menggelar pertemuan di Tanjungpinang, guna membahas sikap pengurus PPNI KEPRI terhadap Undang-Undang Keperawatan yang beberapa waktu lalu telah disahkan oleh DPR RI.

Ketika dikonfirmasi, Irnal Syafe'i membenarkan adanya pertemuan ini. Melalui pesan singkat BBM, senin (13/10), Irnal juga menambahkan, bahwa pertemuan yang akan digelar pada hari rabu (15/10/2014) itu nanti, akan membahas beberapa hal penting terkait keberadaan PPNI sebagai Organisasi Profesi Perawat di Kepulauan Riau.

"Benar, hari rabu depan, tanggal 15 Oktober 2014 di Ruang Pertemuan Poltekes Kemenkes Tanjungpinang, kita akan menggelar Rapat Pengurus Provinsi PPNI Kepri. Agenda yang akan dibahas diantaranya sikap pengurus PPNI Kepri terhadap UU Keperawatan, persiapan bahan MUNAS PPNI di Palembang, dan Agenda lain terkait kelangsungan roda organisasi PPNI di seluruh wilayah Kepulauan Riau. Karenanya seluruh Pengurus Provinsi PPNI Kepri kita undang untuk dapat hadir dan memberikan pandangannya", ujar Irnal.

Sebelumnya Cris Topan yang merupakan Ketua Bidang Organisasi, Hukum dan Pemberdayaan Politik Pengurus Provinsi PPNI Kepri, melaluai sambungan telepon menyampaikan hal ini. Ia juga berharap, di pertemuan itu nanti akan membuahkan keputusan konkret terkait keberadaan Pengurus PPNI tingkat Kabupaten/Kota dan Komisariat yang hingga saat ini masih belum sempurna strukturnya di Kepri.

"Kita berharap pada pertemuan itu nanti, selain membahas pandangan dan kesiapan Perawat terhadap Undang-Undang Keperawatan yang baru disahkan, juga ada keputusan konkret tentang mekanisme dan upaya revitalisasi kepengurusan PPNI tingkat Kabupaten/Kota dan Komisariat, yang selama ini belum berjalan sempurna", ujarnya.

Semoga pertemuan yang akan dihadiri oleh 26 orang Pengurus Provinsi PPNI Kepri, yang merupakan perwakilan Perawat dari 7 Kabupaten/Kota se Kepulauan Riau tersebut membuahkan hasil baik bagi seluruh masyarakat, dan juga bagi Perawat yang mengabdikan diri di Provinsi Kepulauan Riau. (R-02)

Jumat, 26 September 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Undang Undang Keperawatan Disahkan!!

Suasana Sidang Paripurna DPR RI
Perawat Kepri, Jakarta - 9 Fraksi di DPR RI menyatakan setuju secara aklamasi RUU Keperawatan disahkan menjadi Undang-Undang pada Sidang Paripurna DPR RI, kamis (25/9/2014).

Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua DPR RI yang memimpin Sidang Paripurna, sebelumnya memberikan kesempatan kepada Ribka Tjiptaning, Ketua Komisi IX untuk menyampaikan laporannya terkait pembahasan RUU Keperawatan. Ribka mengatakan, UU Keperawatan ini penting untuk disahkan agar Perawat dalam bekerja bisa mendapat perlindungan hukum, "RUU Keperawatan ini penting karena untuk melindungi Profesi Perawat, utamanya, dapat memberi perlindungan hukum saat perawat itu bekerja", ujar Ribka.

Setelah Ribka selesai dengan laporannya, Prio Budi Santoso menanyakan persetujuan tiap-tiap Fraksi, terkait Pengesahan RUU Keperawatan, apakah setuju diundangkan atau tidak, "Kepada seluruh anggota dewan, apakah setuju RUU Keperawatan disahkan menjadi Undang-Undang?", tanya Priyo. Serentak mayoritas peserta sidang menjawab "Setuju". TOK!, Undang-Undang Keperawatan pun disahkan.

Setelah palu diketok, Sidang Paripurna kemudian memberi kesempatan kepada Pemerintah, yang dalam hal ini diwakili oleh Amir Syamsudin, Menteri Hukum dan HAM untuk menyampaikan pandangannya.

Amir mengatakan, UU Keperawatan sangat penting untuk peningkatan kompetensi perawat. Selain itu, UU ini juga melindungi perawat dan masyarakat yang mendapat perawatan dalam praktiknya. Amir berharap UU ini dapat memberi jaminan peningkatan mutu keperawatan dan perlindungan hukum, "Pemerintah setuju pengesahan UU Keperawatan, semoga UU ini dapat memberikan kepastian hukum kepada Perawat dan Masyarakat yang mendapat perawatan", pungkasnya.

Sementara itu di luar gedung DPR RI, sekitar 500 Perawat ikut mengawal dan menantikan pengesahan Undang-Undang Keperawatan. Akhirnya keinginan pengunjuk rasa dan seluruh Perawat di Indonesia terpenuhi, karena hari ini (25/9/2014), Undang-Undang Keperawatan disahkan. (red)

    Tentang Kami

    Perawatkepri.com adalah Media Informasi Profesi Perawat dan Dunia Kesehatan Terpercaya di Provinsi Kepulauan Riau. Layanan iklan dan artikel, hubungi kami di : perawatkepri@gmail.com / +6281-2681-8306-5

    The Time

    Kata Bijak

    Apalah tanda padi berbuah, lebatlah tangkai daunnya subur. Apalah tanda negeri bertuah, rakyatnya damai hidupnya makmur | Kawan, satu contoh lebih baik dari pada seribu nasihat . . .
    Loading...